Informasi Dunia Kerja

Mengenal PKWT dan PKWTT dalam Hubungan Kerja

Ilustrasi foto: Mengenal PKWT dan PKWTT dalam Hubungan Kerja
Foto: Markus Winkler / Unsplash

Saat menerima tawaran kerja, kamu mungkin menemukan istilah PKWT atau PKWTT di dalam kontrak. Kedua istilah ini menjelaskan jenis hubungan kerja antara karyawan dan perusahaan.

Memahami perbedaan keduanya membantumu mengetahui hak dan kewajiban, serta mempersiapkan diri sebelum menandatangani kontrak.

Pengertian PKWT

PKWT adalah singkatan dari Perjanjian Kerja Waktu Tertentu. Jenis perjanjian ini digunakan untuk pekerjaan yang berdasarkan jangka waktu tertentu atau selesainya suatu pekerjaan tertentu. Karyawan dengan PKWT sering disebut karyawan kontrak.

Umumnya, PKWT digunakan untuk pekerjaan yang sifatnya sementara, musiman, atau berkaitan dengan proyek tertentu.

Pengertian PKWTT

PKWTT adalah singkatan dari Perjanjian Kerja Waktu Tidak Tertentu. Perjanjian ini digunakan untuk hubungan kerja yang bersifat tetap, sehingga karyawannya sering disebut karyawan tetap.

Pada PKWTT, hubungan kerja tidak dibatasi jangka waktu tertentu dan berlangsung sampai terjadi kondisi yang mengakhiri hubungan kerja sesuai ketentuan.

Perbedaan Umum PKWT dan PKWTT

  • Jangka waktu: PKWT dibatasi waktu atau pekerjaan tertentu, PKWTT tidak dibatasi waktu.
  • Sifat pekerjaan: PKWT umumnya untuk pekerjaan sementara, PKWTT untuk pekerjaan yang bersifat tetap.
  • Masa percobaan: biasanya dikenal pada PKWTT, sedangkan untuk PKWT ketentuannya berbeda.
  • Berakhirnya hubungan kerja: PKWT berakhir sesuai jangka waktu atau selesainya pekerjaan, PKWTT berakhir karena kondisi tertentu sesuai aturan.

Rincian ketentuan seperti batas jangka waktu, perpanjangan, dan kompensasi diatur dalam peraturan ketenagakerjaan. Karena aturannya bisa diperbarui, pastikan kamu membaca versi terbaru.

Hal yang Perlu Diperhatikan dalam Kontrak

  1. Jenis perjanjian kerja yang digunakan.
  2. Jabatan dan uraian tugas.
  3. Jangka waktu kontrak dan tanggal mulai bekerja.
  4. Besaran upah dan komponen tunjangan.
  5. Jam kerja, lembur, dan hak cuti.
  6. Ketentuan berakhirnya hubungan kerja.

Jika ada bagian yang belum jelas, tanyakan sebelum menandatangani. Panduan lengkapnya ada di hal penting sebelum tanda tangan kontrak.

Simpan Salinan Kontrak

Pastikan kamu menerima dan menyimpan salinan kontrak yang sudah ditandatangani kedua belah pihak. Dokumen ini penting sebagai pegangan jika di kemudian hari ada pertanyaan tentang hak dan kewajiban.

Simpan dalam bentuk fisik maupun digital di tempat yang aman.

Mana yang Lebih Baik?

Tidak ada jawaban mutlak. PKWT bisa menjadi kesempatan membangun pengalaman, sedangkan PKWTT memberi kepastian hubungan kerja yang lebih panjang. Pertimbangkan rencana kariermu, kondisi pekerjaan, dan isi kontrak secara keseluruhan.

Pelajari juga hak dasar karyawan agar kamu lebih memahami posisimu dalam hubungan kerja.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Apakah karyawan kontrak bisa menjadi karyawan tetap?

Bisa, tergantung kebijakan perusahaan dan ketentuan yang berlaku. Tanyakan peluangnya kepada HR.

Apakah kontrak harus tertulis?

Perjanjian kerja sebaiknya dibuat tertulis agar hak dan kewajiban jelas. Rujuk ketentuan resmi terbaru untuk detailnya.

Di mana bisa memastikan aturan terbaru?

Rujuk peraturan resmi dari instansi ketenagakerjaan atau konsultasikan dengan dinas ketenagakerjaan setempat.

Kesimpulan

PKWT dan PKWTT adalah dua jenis perjanjian kerja dengan karakter berbeda. Pahami isinya, tanyakan hal yang belum jelas, dan simpan salinan kontrak dengan baik. Catatan: artikel ini berisi informasi umum, bukan nasihat hukum. Ketentuan ketenagakerjaan dapat berubah, sehingga untuk kepastian rujuklah peraturan resmi terbaru atau konsultasikan dengan dinas ketenagakerjaan setempat maupun pihak yang berwenang.

Ditulis oleh

admin

Tim redaksi Bicara Karier yang menyusun panduan karier praktis untuk pencari kerja di Indonesia.