Di akhir wawancara, pewawancara biasanya bertanya, “Apakah ada yang ingin Anda tanyakan?” Banyak kandidat menjawab tidak ada, padahal momen ini adalah kesempatan berharga.
Pertanyaan balik yang tepat menunjukkan antusiasme, keseriusan, dan pemahamanmu terhadap posisi. Selain itu, jawabannya membantumu menilai apakah pekerjaan tersebut sesuai harapan.
Mengapa Perlu Bertanya Balik
- Menunjukkan bahwa kamu sudah memikirkan pekerjaan secara serius.
- Membantumu memahami ekspektasi perusahaan.
- Memberi gambaran tentang tim dan budaya kerja.
- Menutup wawancara dengan kesan aktif dan positif.
Pertanyaan tentang Pekerjaan
- Seperti apa gambaran tugas sehari-hari di posisi ini?
- Apa tantangan terbesar yang akan dihadapi dalam beberapa bulan pertama?
- Bagaimana kinerja di posisi ini diukur?
- Apa yang membedakan karyawan yang sangat berhasil di posisi ini?
Pertanyaan tentang Tim dan Budaya Kerja
- Bagaimana struktur tim yang akan saya ikuti?
- Bagaimana tim biasanya berkomunikasi dan berkoordinasi?
- Apakah ada program pengenalan atau pendampingan untuk karyawan baru?
- Bagaimana perusahaan mendukung pengembangan keterampilan karyawan?
Jika lowongan menyebut pola kerja hibrida, kamu juga bisa menanyakan detailnya. Lihat contoh di kerja hibrida.
Pertanyaan tentang Proses Seleksi
- Apa tahapan seleksi berikutnya?
- Kapan kira-kira saya bisa mendapatkan kabar?
- Apakah ada informasi tambahan yang perlu saya siapkan?
Topik yang Sebaiknya Ditunda
Beberapa topik lebih tepat dibahas saat sudah ada tawaran atau ketika pewawancara membuka pembahasan, seperti detail cuti, fasilitas, atau kenaikan gaji. Menanyakannya terlalu awal bisa memberi kesan kamu lebih fokus pada keuntungan dibanding pekerjaan.
Membahas Gaji dengan Tepat
Jika pewawancara menanyakan ekspektasi gaji, jawab dengan rentang yang sudah kamu riset. Strategi lengkapnya ada di cara negosiasi gaji.
Tips Mengajukan Pertanyaan
- Siapkan tiga sampai lima pertanyaan, lalu pilih dua atau tiga yang paling relevan.
- Hindari menanyakan hal yang sudah dijelaskan selama wawancara.
- Dengarkan jawaban dengan sungguh-sungguh dan tanggapi secara singkat.
- Akhiri dengan ucapan terima kasih.
Contoh Situasi di Akhir Wawancara
Bayangkan pewawancara sudah menjelaskan tugas dan tim secara detail. Kamu tetap bisa mengajukan pertanyaan yang memperdalam penjelasan tersebut.
Misalnya: “Tadi Bapak menyebut tim sedang mengembangkan sistem pelaporan baru. Apa peran yang diharapkan dari posisi ini dalam proyek tersebut?” Pertanyaan seperti ini menunjukkan bahwa kamu mendengarkan dengan saksama.
Setelah mendapat jawaban, tanggapi singkat, misalnya dengan menghubungkannya dengan pengalamanmu, lalu tutup dengan ucapan terima kasih.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa banyak pertanyaan yang sebaiknya diajukan?
Dua sampai tiga pertanyaan yang relevan biasanya sudah cukup.
Bolehkah bertanya tentang gaji?
Sebaiknya tunggu hingga pewawancara membuka topik tersebut atau saat tahap penawaran.
Bagaimana jika semua pertanyaan sudah terjawab?
Sampaikan bahwa penjelasan sudah sangat jelas, lalu tanyakan tahapan seleksi berikutnya.
Kesimpulan
Pertanyaan balik adalah bagian penting dari wawancara. Dengan pertanyaan yang tepat, kamu menunjukkan antusiasme sekaligus mendapatkan informasi untuk menilai apakah pekerjaan tersebut cocok untukmu.
