CV dan Surat Lamaran

Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV dengan Hasil yang Terukur

Ilustrasi foto: Cara Menulis Pengalaman Kerja di CV dengan Hasil yang Terukur
Foto: Kelly Sikkema / Unsplash

Bagian pengalaman kerja adalah inti dari CV. Di sinilah perekrut menilai apakah kamu pernah melakukan pekerjaan yang mirip dan seberapa baik hasilnya.

Sayangnya, banyak CV hanya berisi daftar tugas tanpa menunjukkan dampak. Artikel ini membahas cara menulis pengalaman kerja yang lebih kuat dan meyakinkan.

Urutan dan Informasi Dasar

Tulis pengalaman dari yang terbaru ke yang terlama. Untuk setiap pengalaman, cantumkan informasi berikut:

  • Nama posisi.
  • Nama perusahaan atau organisasi.
  • Periode kerja dengan format bulan dan tahun.
  • Tiga sampai lima poin tanggung jawab dan pencapaian.

Gunakan Kata Kerja Aktif

Mulai setiap poin dengan kata kerja yang menunjukkan tindakan, misalnya menyusun, mengelola, meningkatkan, mengoordinasikan, menganalisis, atau merancang.

Kata kerja aktif membuat poin pengalaman terdengar lebih jelas dan menunjukkan peranmu secara langsung.

Tunjukkan Hasil, Bukan Hanya Tugas

Perbedaan CV biasa dan CV yang kuat sering terletak pada hasil. Bandingkan dua contoh berikut:

  • Biasa: “Bertanggung jawab atas data pelanggan.”
  • Lebih kuat: “Mengelola dan memperbarui sekitar 150 data pelanggan per minggu sehingga tim penjualan dapat menindaklanjuti prospek lebih cepat.”

Tambahkan Angka Bila Ada

Angka membantu perekrut membayangkan skala pekerjaanmu, seperti jumlah data, jumlah pelanggan, waktu penyelesaian, atau persentase perbaikan. Gunakan angka yang jujur dan bisa kamu jelaskan.

Jika Tidak Ada Angka

Jelaskan dampak secara kualitatif, misalnya “membuat proses pelaporan lebih rapi” atau “mengurangi kesalahan input data”.

Pilih Poin yang Relevan

Tidak semua tugas perlu ditulis. Pilih poin yang paling sesuai dengan lowongan yang kamu lamar dan letakkan yang terpenting di urutan pertama.

Jika kamu punya banyak pengalaman, pengalaman lama yang tidak relevan bisa diringkas atau dihilangkan.

Bagi fresh graduate, pengalaman organisasi, magang, atau proyek bisa ditulis dengan cara yang sama. Gunakan kata kerja aktif dan sebutkan hasilnya.

Tips lainnya ada di melamar kerja tanpa pengalaman.

Hubungkan dengan Wawancara

Setiap poin pengalaman di CV berpotensi ditanyakan saat wawancara. Siapkan cerita singkat di balik setiap pencapaian, termasuk situasi, tindakan, dan hasilnya.

Cara menyusun cerita tersebut bisa kamu pelajari di metode STAR.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

Berapa banyak pengalaman yang perlu dicantumkan?

Cantumkan pengalaman yang relevan, umumnya beberapa pengalaman terakhir. Pengalaman lama yang tidak relevan bisa diringkas.

Bagaimana jika ada jeda waktu antarpekerjaan?

Tidak masalah. Siapkan penjelasan singkat dan jujur, misalnya sedang belajar, mengikuti pelatihan, atau alasan keluarga.

Apakah pekerjaan paruh waktu perlu ditulis?

Tulis jika relevan atau menunjukkan keterampilan yang dibutuhkan posisi.

Kesimpulan

Pengalaman kerja yang ditulis dengan kata kerja aktif, hasil yang jelas, dan relevansi yang tepat akan membuat CV lebih meyakinkan. Ingat, perekrut ingin tahu apa yang sudah kamu capai, bukan hanya apa yang pernah kamu kerjakan.

Ditulis oleh

admin

Tim redaksi Bicara Karier yang menyusun panduan karier praktis untuk pencari kerja di Indonesia.